No Network Search dlm wkt xg sgt singkat (hitungan detik)
Paling sering ketemu rusak pd RXVCO, tdk menghasilkan gelombang SHF ke RF-RX guna mixing Band GSM.
No Network Search dg wkt >5detik tanpa gerakan arus
Kerusakan pd RF-RX, tidak dapat mengolah signal data (informasi) n carrier (pembawa)
Kedua, bisa dr RAP xg tidak bs menginstruksikan kerja kpd RF-RX
Utk RAP, bs coba digoyangi sedikit n test kembali.. biasa'y bs langsung OK or paling gx kan ad pegerakan arus xg sedikit lemah, petanda RAP sdh layak diganti [IMG]file:///C:/DOCUME%7E1/muzakki/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif[/IMG]..
No Network Search waktu lumayan lama, mungkin >1menit dg gerak getar arus lemah berulang kali.
Gx dicatat brp x he3..
Kemungkinan rusak pd RF-RX, RAP n RETU
Utk memperkecil lagi lingkup analisa, bs mggunakan Multi testpoint ke titik J RXIQ antara RF-RX n RAP.
Dan juga Biasa'nya salah 1 xg rusak, kan terukur nilai xg selisih byk antara I n Q.
Xg termasuk selisih byk diatas 0.005
Bahkan pernah ketemu beda diatas 0.100 pd N70, putus jalur pd layer upper ke HINKU.
No Network Search <1menit dg gerak arus kadang lemah n kadang sedikit lbh cepat (gx teratur)
Bisa dicoba di AntSwitch dulu, RF-RX n rangkaian RXVCO
Dirangkaian RXVCO, paling sering didapati kerusakan pd C 2n2 xg gampang bocor terutama bekas kemasukan air.
Gx menutup kemungkinan dr RAP juga.
No Network Search wkt xg sama dg xg terakhir diatas.
Tambahan ciri2 laen, diset ke AutoNetwork n dibiarin standby.. arus tetap gerak pelan dg tempo gerak xg teratur.
Kemungkinan besar problem di Softw.
Bisa dicoba dg calibrasi signal online (SX4 PM)
Low Signal termasuk dlm golongan problem RX
Ciri2 umum'y Bar Signal gx stabil n kadang hilang sama sx.
Manual Search, hny dpt provider xg terkuat jaringan setempat.
Waktu Search juga lama, dg gerakan arus gx stabil.
Kadang2 disearch ulang, tidak mendapatkan sama sx..
Kerusakan ini biasa'y dr AntSwitch sbg system duplexer tidak berfungsi dg lancar (macet)
or control duplexer dr RF-RX
Rangkaian penguat LNA xg tidak bekerja sempurna (cacat) dlm IC RF-RX
Bisa juga dr rangkaian RXVCO xg gx stabil.
Sebagian dr TX Problem Kerusakan Signal bagian TX sulit sx dilihat dr pegerakan arus PSU.
Utk mendapatkan analisa xg lbh detail, harus menggunakan Osc n Spectrum
Disini, Gw share sebagian kecil dg ciri2 umum n alat sederhana az.., MutiDigital n Radiasi Tester
n sedikit tebak2n [IMG]file:///C:/DOCUME%7E1/muzakki/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif[/IMG].. [IMG]file:///C:/DOCUME%7E1/muzakki/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif[/IMG]..
No Access, dg ciri Bar Signal muncul sebentar n hilang.
Kebanyakan biang dr PA n RETU
Kadang2 bisa dr RF-TX
Scr teori (schematis) component PADC-DC N7504 sbg penyuplai tegangan PA, jika rusak juga kan menyebabkan kerusakan TX.
Umum'y kerusakan No Access , radiasi tdk terdetect oleh tester.
Bbrp kasus, radiasi sempat terdetect sedikit (lemah) dg jarak >10cm pd awal HP dihidupkan.
Sering kedapatan rusak pd rangkaian TXVCO [IMG]file:///C:/DOCUME%7E1/muzakki/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif[/IMG]..
No Access, dg ciri tanpa tanda Bar Signal n tdk terdetect sama sx radiasi oleh tester. Umum'y dr RF-TX, TXVCO, RETU n RAP
Cara testpoint dg Multi bisa dilakukan pd J TXIQ (antara RAP n RF-TX) dg melihat selisih nilai ukur spt pd problem Signal RX.
Access OK, Bar Signal Normal, tapi gx bisa melakukan panggilan "Connection Error"
Paling sering didapati kerusakan pd rangkaian TXVCO, terutama C2n2 n rangkaian PA.
Ciri2 umum problem ini, biasa'y radiasi normal pd menit2 pertama HP dihidupkan az..
Bisa make call dlm menit2 dimana radiasi masih bisa keluar (terdetect)
Tergantung tingkat kerusakan component, bisa 1,2, or 10menit pertama.
SMS bisa keluar n masuk
Access OK, Bar Signal gx stabil Radiasi terdetect naik turun (spt irama) dlm keadaan standby.
Dimana Normal, seharus'y radiasi muncul saat PA bekerja
Sulit melakukan panggilan dg Bar Signal dibawah 50%
Batterai cepai habis (boros)
Kerusakan control PA dr RF rusak [IMG]file:///C:/DOCUME%7E1/muzakki/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image003.gif[/IMG]..
Access OK, Bar Signal Normal, radiasi n pangilan keluar mulus. Tapi sering sulit dihubungi oleh pesawat lain, dg pesan diluar jangkauan.
Mungkin kasus ini jarang sx ditemukan.. langka
Gw hny dapat 1x.
Kerusakan pd PA
Ciri2'y disaat call dr HP laen (jauh dr jangkauan radiasi tester), HP penerima sempat terdetect radiasi full bbrp detik lalu kembali ke 0.
Gw gx berani bilang xg rusak pasti (mutlak) dr IC2 xg ad dlm lingkup analisa. Hrs diperhatikan faktor2 pendukung ke IC2 xg diduga juga spt:
Tegangan kerja utk component aktif tsb, bisa az gx ad or kurang.
Tegangan kerja Signal, rata2 mempunyai sifat gx dinamis. Lbh akurat dicheck dg Osc.
Hambatan pd tahanan or muatan pd capasistor xg bocor.
Keutuhan jalur pd rangkaian.
Pesan 1st boot error yang tampil pada saat kita melakukan flashing... adalah menunjukkan tidak bekerja nya CPU (RAP) pada ponsel.
namun kita tidak dapat langsung memvonis kerusakan pada CPU... karna untuk dapat bekerja si CPU ini membutuhkan syarat2 kerja CPU..
dimana jika terdapat kejanggalan atau ketidak normalan pada salah satu syarat kerja ini.. maka si CPU tidak akan dapat bekerja..sehingga menampilkan log seperti di atas... yaitu 1st boot error...
Adapun syarat2 kerja dari si CPu adalah :
1.Tegangan Kerja :
1. VIO (Voltase Input Output) = 1.8v Tegangan ini berasal dari RETU yang berfungsi sebagai regulator untuk menghasilkan tegangan sebesar 1.8v... Retu sendiri bisa menghasilkan tegagan tersebut adalah hasil pengolahan dari tegangan Vbat1. tegangan ini nantinya langsung di distribusikan menuju CPU. jadi titik pengukurannya bisa di dua titik utama.. yaitu di Output Retu misalnya pada capasitor C2215 ataupun pada Input CPU yaitu misalnya pada Capasitor C2801.
2. Vcore 1.4v Tegangan ini berasal dari Ic Tahvo yang berfungsi sebagai regulator untuk menghasilkan tegangan kerja sebesar 1.4v untuk CPU. Tahvo sendiri bisa menghasilkan tegangan tersebut juga bersumber dari tegangan Vbat1 dari batere... dimana tegangan ini bisa diolah setelah mendapatkan perintah kerja dari Retu yang berupa enable sebesar 4 volt (Resetx). untuk bisa keluar dengan normal.. maka tahvo juga membutuhkan VIO sebesar 1.8v dari Retu. jadi syarat untuk keluarnyaVcore 1.4v yang normal adalah : Vbat, Resetx, Vio dan etentunya si tahvo sebagai regulator harus bisa bekerja dengan normal.
3. Vana (Voltase analog) 2.5v Tegangan in imerupakan tengangan internal yang dibutuhkan untuk internal retu. selain itu juga di butuhkan untuk bagian BSI untuk proses local mode dan charging nantinya.. tegangan in ibersumber dari retu.. dimana retu mendapat suplay berupa Vbat4 untuk bisa dikelola sehingga keluar Vana yang normal.
4. Vr1 2.5v Tegangan ini dikeluarkan oleh Retu untuk bagia RF Clock (Crystal 38.4Mhz). Tegangan ini bersumber dari Vbat5 lalu dikelola oleh retu sebagai regulator. Oscilator 38.4mhz adalah komponen aktif yang membutuhkan splay tegangan untuk dapat bekerja.. suplay tegangan tersebut adalah Vr1 ini.. yang jika tidak ada tegangan maka si RF Clock tidak akan keluar menuju IC f yang lalu di teruskan ke RAP.
2.Perintah Kerja :
Reset / PURX (Power Up Reset X ) 1.8v ini merupakan perintah untuk melakukan reset yang bersumber dari Retu menuju Ic Power... jika tegangan ini hilang, tidak dapat di jumper dari tegangan lain yang besarnya sama.. karna perbedaan sifat tegangan.
Sleepx 1.8v Inti dari sleepx di sini adalah perintah kepada Retu yang bersumber dari rap untuk meerintahkan kepada si RETU untuk mngeluarkan Vr1. maka jika mendapatkan kasus Vr1 tidak keluar, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pengecekan pada Sleepx, jika sleepx tidak ada atau tidak normal, maka kerusakan pada RAP.
Clocking 1. Sleep Clock Pada beberapa ponsel, ada clock yang real keluar sebesar 32.768khz murni dari oscilator atau crystal 32 nya.. namun ada juga yang hanya menghasilkan setengah dari besar yang sebenarnya... hal ini dapat di buktikan dengan melakukan percobaan pelepasan crystal 32 tersebut dari ponse. ada beberapa ponsel yang langsung mati saat mencabut crystal ini... namun ada juga bebrapa ponsel yang tidak mati namun ponsel tersebut tetap hidup tapi "lemot". besar frequensi yang di keluarkan dapat diukur dengan menggunakan freuensy counter. Sleep clock ini bersumber dari Oscilator 32.768kz.. menuju Ic power lalu di distribusikan menuju CPU.
2. Rf Clock Rf clock ini bersumber dari Oscilator 28.4Mhz atau yang biasa kita sebut Kristal 38. frequensi ini masuk ke Ic Rf (untuk proses signal) lalu di teruskan lagi menuju RAP. besar clock yang di gunakan oleh RAP ini nantinya hanya setengah dari jumlah frequensi yang masuk yaitu sebesar 19.2 Mhz. setengahnya nantinya di teruskan ke bagian CPU ke 2 (OMAP) untuk pembootingan OMAP nantinya.
catatan kasus : jika vr1 tidak ada.. dan sleepx normal ==> solusi : jumper vana ke vr1
Vana tidak ada tegangan ====> solusi jumper dari Vr1 ke Vana
jika salah satu tegangan tidak ada ==> jangan vonis regulator dulu tapi cek sumber tegangannya dulu, sumber tegangan tidak ada maka tidak akan ada output
Vio tidak ada tegangan ====> jumper vddram ke Vio
U.E.M/UEM singkatan dari Universal Energy Management.
Didalam UEM terdapat beberapa sirkuit yang berperan penting bagi ponsel. Berbeda dengan Nokia gererasi DCT3, UEM adalah gabungan dari beberapa ASICs (Application Specific Integrated Circuits) seperti: CCONT, COBBA, CHAPS dan UI DRIVER.
Beberapa spesifikasinya adalah:
* Crystal oscillator (32 kHz)
Setiap Sistem Ponsel dapat ditemukan Oscilator yang berukuran kecil yang mampu menghasilkan denyut sebesar 32KHz. UEM yang akan memberikan tegangan dan mengendalikan Crystal Oscilator ini untuk selanjutnya diteruskan kepada UPP.
* 32 kHz Startup RC oscillator
Disaat ponsel dalam keadaan Power-down, Clock dari RF Processor belum dapat diberikan kepada UPP, agar ponsel dapat melakukan power-up dibutuhkan Clock untuk Logic System kepada UPP. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan Sleep Clock yang dihasilkan oleh Crystal Oscilator 32 kHz.
* Real time clock logic
Jam, Tgl, Alarm dibutuhkan Clock Logic yang diberikan juga oleh Crystal Oscilator 32kHz.
* Regulator Baseband & RF
UEM diberikan tegangan utama oleh battery sebesar 3,7Volt (VBATT). UEM mempunyai peran sebagai pendistribusi tegangan / regulator ke semua sistem berdasarkan kebutuhan tegangan yang diperlukan di setiap sistemnya.
Berikut ini adalah pendistribusian UEM:
Regulator Baseband:
VCORE, berfungsi untuk pemrograman yang membutuhkan tegangan sekitar 1.0 – 1.8 Volt - 200mA ke UPP (VCORE DSP & VCORE MCU)
VANA, berfungsi memberikan tegangan sebesar 2.8 Volt – 80mA untuk fungsi sistem analog (Btemp, VCXO Temp)
VIO, berfungsi memberikan tengan sebesar 1.8 Volt – 150mA untuk Logic I/O (Input/Output Logic: MMC Level Shifter, IR, IC Flash & SDRAM, Bluetooth, LCD, ) dan UEM Logic.
VFLASH1, berfungsi memberikan tegangan utama sebesar 2.8 Volt – 70mA kepada IR, Bluetooth, LCD, LED Driver dan tegangan kepada BSI.
VFLASH2/VAUX, berfungsi memberikan tegangan sebesar 2.8 Volt – 40mA untuk FM Radio dan Accesories lainnya.
VSIM, berfungsi memberikan tegangan sebesar 1.8 – 3.0 Volt – 25mA untuk SIM Card
Regulator RF:
VR1, memberikan tegangan sebesar 4.75 Volt – 10 mA kepada VCP
VR2, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 100 mA kepada: VRF_TX, MODOUTP_G_TX, MODOUTM_G_TX, MODOUTP_P_TX, MODOUTM_P_TX,
VR3, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 20 mA kepada: VDIG, Out Clock VCTXO (Osc 26MHz)
VR4, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada: VRF_RX, VF_RX, VPAB_VLNA
VR5, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada VPLL, VLO, VPRE,
VR6, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada VRXBB
VR7, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 45 mA kepada: VCO,
* Charging functions
Proses pengisian battery pada ponsel dikontrol pula oleh UEM. UEM telah menyimpan Charging Control didalamnya yang berfungsi sebagai pengaturan proses pengisian Battery. Ponsel akan secara otomatis memutuskan arus dari charger kepada Battery bila tegangan Battery telah mencapai batas tegangan maksimal walaupun Charger masih terhubung kepada Ponsel, sebaliknya jika tegangan Battery dibawah tegangan maksimal maka arus dari charger akan terus diberikan kepada Battery.
* 11-channel A/D converter (MCU controlled)
Didalam UEM tersimpan 11Channels Analog to Digital Converter yang digunakan untuk bandgap reference dan voltage reference, bagian ini yang akan mengukur BSI, Btemp,Vcharge.
o Battery Voltage Measurement A/D Channel (Internal)
o Charger Voltage Measurement A/D Channel (Internal)
o Charger Current Measurement A/D Channel (External)
o Battery Temperature Measurement A/D Channel (External)
o Battery Size Measurement A/D Channel (External)
o LED Temperature measurement A/D Channel (External)
* Interface FBUS dan MBUS
FBUS & MBUS digunakan untuk transfer data dari komputer ke ponsel, seperti proses (Flash Programming), File Manager, dll. Data tersebut selanjutnya akan masuk dan tersimpan pada UPP dan IC Flash.
* Security Logic (Watchdog)
Watchdog tersimpan di dalam UEM, pertama digunakan untuk controlling system power-on dan power-down. Kedua digunakan untuk blok keamanan dan penyimpanan IMEI, Watchdog akan mengontrol IMEI yang berada di ROM UEM dengan IMEI yang tersimpan didalam IC Flash, bila terdapat perbedaan IMEI antara IMEI di UEM dan IMEI di Flash maka Watchdog akan memberikan perintah Shutdown dalam waktu 13detik.
Contoh watchdog bisa terjadi apabila UPP mengenali IMEI yg tidak sinkron seperti di bawah ini:
IMEI UEM: 35153200064744
IMEI IC Flash: 35153200147706
* FLASH memory untuk IMEI pada UEM
Didalam UEM terdapat tempat yang digunakan untuk menyimpan data IMEI dan Tuning Values. Sifat penyimpanan data IMEI di UEM bersifat OTP (One Time Programming) dimana data IMEI hanya dapat ditulis satu kali saja dan tidak dapat dihapus atau diganti, oleh karena itu UEM bekas atau yang pernah dimasukan nomor IMEI tidak dapat digunakan kepada Ponsel yang lainnya, terkecuali bila IMEI yang berada di IC Flash dapat disamakan kembali dengan IMEI UEM itu sendiri. Proses mensikronkan IMEI kembali biasa disebut Calculate RPL. Tentu saja IMEI yang ada pada IC flash saja yang dapat ditulis kembali.
Bila IMEI yang berada di UEM bermasalah atau korup maka UEM ini sudah tidak dapat digunakan atau tidak dapat diperbaiki lagi! IMEI UEM yang korup dapat dikenali dengan mudah
bila kita melakukan info pada box flasher dan tertera:
IMEI UEM: 351p32e%064724 << imei pada UEM ini sudah tidak menampilkan data numerik lagi!
Tidak ada solusi apapun selain menggantinya dengan yang baru.
Pada kasus diatas biasanya ponsel nokia akan menampilkan IMEI ????????? bila kita mengetikan kode berikut: *#06# <
dimana IMEI yang berada pada UEM sudah berbeda dengan IMEI yang seharusnya, walaupun hanya terdapat satu angka saja yang berbeda. Hal ini menyebabkan ponsel tidak dapat menerima kartu sim(GSM) dan akan mati otomatis dalam beberapa detik.
* IR interface level shifters
Digunakan untuk driver dan regulator Infra red, data tersebut selanjutnya akn diteruskan kepada UPP.
* Interface LED, Buzzer dan vibrator
Vibrator, Keyboad LED, LCD LED dikendalikan oleh Subsystem UI Driver yang berada didalam UEM. Perintah kepada UI Driver ini diberikan oleh UPP, UPP hanya memberikan tegangan perntah yang sangat rendah sekali maka itu dibutuhkan Driver agar dapat memberikan arus yang cukup kepada Vibrator, Keyboad LED, LCD LED, buzzer, dan interface lainnya
* Audio codec
Earphone, Microphone, IHF Speaker, Handsfree dapat berfungsi karena terdapat Subsistem Audio Codec yang tersimpan pada UEM. Subsistem ini berfungsi untuk merubah signal data informasi digital menjadi signal Audio, agar signal audio tersebut dapat didengar oleh manusia dibutuhkan penguatan (Audio Amplyfier) sebelum diteruskan ke Speaker dan Microphone, signal Audio tersebut mempunyai Frekuensi sebesar 20Hz sampai 20kHz.
* SIM interface
SIM Card merupakan komponen aktif yang mempunyai Microchip didalamnya, setiap yang bersifat komponen aktif maka dibutuhkan supply tegangan kepadanya, tegangan SIM Card diberikan oleh UEM dari Subsystem Regulator Baseband sebesar 1,8 Volt – 3Volt, sedangkan SIM Clock, SIM Reset, SIM I/O data diberikan melalui Subsistem Interface, dimana SIM Interface telah menyimpan SIM Detector dan SIM IF Driver
* Serial control interface (Cbus & Dbus Controled)
Bagian ini yang akan mengontrol interface penggunaan transmisi data antara UEM dan UPP diterapkan melalui CBUS dan DBUS untuk MCU Subsystem yang tersimpan didalam UPP.
* Auxiliary A/D converted (DSP controlled)
Sebagai alat bantu untuk konfersi signal analog menjadi signal digital yang digunakan untuk pengendali DSP Subsystem yang tersimpan didalam UPP, bagian ini akan berperan pada: Digital Speech Processing dan PDM Coded Audio.
* RF interface converters
Telah kita pahami sebelumnya bahwa Modul RF mempunyai karakter signal analog sedangkan Baseband mempunyai karakter digital, agar kedua Modul ini dapat berkesinambungan satu sama lain, dibutuhkan suatu konversi atau penerjemah signal analog menjadi signal digital (A/D Converter) dan signal digital menjadi signal analog (D/A Converter). RF Interface Converter biasa juga disebut Multy Mode Converter yang merupakan rangkaian penghubung antara Modul RF dengan UPP.
ridy_ist:
UPP (Universal Phone Processor) Description
Processor Ponsel Nokia generasi ke 4 (DCT4) menggunakan UPP (Universal Phone Processor) sebagai pusat dari semua kegiatan komputerisasi. Processor merupakan otak dari sistem kerja ponsel yang akan melakukan koordinasi semua fungsi ponsel termasuk juga instruksi-instruksi yang terprogram didalamnya.
Teknologi Nokia DCT4 terus berkembang, WD2 dan TIKU merupakan pengembangan dari teknologi DCT4. Perbedaannya adalah jenis Proccesor yang digunakan dan kapasitas memori internal yang cukup besar. UPP-WD2 dan TIKU dapat memproses data lebih cepat ketimbang UPP DCT4, sehingga dapat memfasilitasi fitur-fitur yang lebih canggih lagi, seperti : Sistem operasi Symbian, akses GPRS Class 10 (EDGE / BB4.5), Multy Task, LCD TFT, resolusi kamera sampai 2mega pixel, MMS, Ringtone polyphonic hingga 48channel, MP3 player, Bluetooth, memory external (MMC Support),dll.
UPP Nokia DCT4, WD2 dan TIKU pada dasarnya mempunyai struktur yang sama, yang membedakan hanya spesifikasi: ARM, DSP Core (LEAD3) dan Cache RAM yang tersimpan didalam UPP, tentunya spesifikasi ROM dan RAM yang tersimpan didalam UPP akan berbeda pula satu sama lain. UPP mempunyai beberapa fungsi, diantaranya:
1. BRAIN
Bagian ini merupakan otak utama dari Microprocessor ponsel, bagian ini mempunyai dua fungsi:
ü MCU Subsystem
MCU Subsystem (Micro Controller Unit) diproses oleh Microprocessor ARM(Advance RISC Machines) dan didukung oleh: MCU ROM, Cache RAM, DMA (Direct Memory Access) dan Memori IF.
ü DSP Subsystem
DSP Subsystem (Digital Signal Processing) blok ini diproses oleh LEAD (Low power Enhanced Architecture DSP) digunakan untuk memproses Digital Application (A-DSP) dan Digital Cellular (C-DSP). Bagian ini yang akan mengatur lalu lintas data informasi pada keseluruhan sistem kerja ponsel.
ü Brain Peripherals
Bagian ini yang akan menghubungkan semua perintah dari subsystem MCU dan DSP kepada bagian Body.
Kinerja subsistem MCU dan DSP sangat tergantung sekali kepada Cache RAM yang tersimpan didalam UPP, Nokia WD2 dan TIKU mempunyai Cache RAM yang cukup besar, sekitar 8-16Mbit. Cache RAM merupakan unit pendukung. Semua perintah yang sering digunakan oleh UPP akan disimpan sementara pada bagian ini. Dengan adanya Cache RAM, UPP tidak perlu lagi memanggil perintah yang sama ke bagian lain. Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan perintah-perintah penting dapat dipersingkat, sehingga kecepatan eksekusinya lebih baik dan cepat.
1. BODY
Keseluruhan sistem kerja ponsel semua dikontrol oleh Microprocessor. Body merupakan bagian dari Microprocessor yang berfungsi sebagai pelaksana perintah dari bagian Brain. Bagian Body berfungsi juga sebagai Digital Control Logic seperti berikut ini:
Fungsi
Keterangan
ACCIF
Interface untuk transfer data dari aksesories: misalkan dari infrared dan kabel Fbus/Mbus yang dihubungkan ke computer untuk melakukan transfer data dari ponsel ke computer.
SIMIF
Interface SIM Card. Pembacaan data-data dari sim card misalkan SIM ID, penyimpanan SMS dan Phone Book, dll.
UIF
1. Interface signal audio kepada earphone dan microphone
2. Sebagai interface LCD dan Interface Keyboard
3. juga digunakan untuk Codec kamera
PUP
Digunakan untuk transfer data Software MCU dan DSP eksternal yang akan disimpan di eksternal memory (IC Flash) melalui koneksi Fbus atau Mbus. Misalkan ponsel akan di Flash, maka data dari computer yang dihubungkan kepada Fbus ponsel akan diterima oleh Blok PUP dari Microprocessor Ponsel lalu akan disimpan didalam IC flash.
CTSI
Bagian ini digunakan untuk Management Clock untuk: PURX, Clocking, timing, Sleep Clock,dll.
SCU
Control IF / RFbus kepada Modul RF. Bagian ini digunakan untuk mengontrol jalur frekuensi yang akan dikunci kepada Base Station oleh Modul RF (PLL).
MFI, GPRS Cip, RXModem
Ketiga blok ini bersama-sama digunakan untuk menerima dan memberi data informasi kepada RF Modul, akan tetapi sebelumnya dibutuhkan konfersi D/A - A/D. Bagian ini juga yang menentukan kecepatan transfer datanya, misalkan untuk akses GPRS atau juga dapat digunakan sebagai Modem.
UPP dapat bekerja bila telah diberikan tegangan sebesar 1.5V yang diberikan oleh Regulator VCORE dan tegangan Logic (VIO) sebesar 1.8 Volt yang dibeikan oleh UEM. Disaat proses booting awal, UPP membutuhkan Clock sebesar 32KHz (Sleep Mode), sedangkan Clock utamanya diberikan oleh VCTCXO dari RF Processor sebesar 13MHz.
ridy_ist:
UPP tidak akan dapat berfungsi secara penuh bila tidak dibantu oleh Memori. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa UPP mempunyai subsystem MCU dan DSP didalamnya. Akan tetapi subsystem tersebut tidak dapat menyimpan OS (Operating System) secara utuh, karena sangat terbatas penyimpanan datanya, maka dibutuhkan memori tambahan untuk menyimpan Software MCU dan DSP (Firmware). Memory yang dibutuhkan oleh UPP adalah: Flash Memory, EEPROM, RAM.
Pada ponsel Nokia DCT4, Flash Memory dan RAM sudah digabungkan mencadi satu IC, biasa disebut dengan “IC Combo Flash”.
Flash Memory
Flash Memory digunakan untuk penyimpanan data Software MCU (Micro Controlled Unit) dan Software DSP (Digital Signal Processor) yang merupakan OS (Operating System) pada ponsel yang biasa disebut (Firmware), Flash Memory menjadi berperan penting dalam baik tidaknya suatu system ponsel. Language pack atau pilihan bahasa (pada ponsel Nokia disebut PPM), yang tersimpan didalam Flash Memory, maka Ponsel yang tidak memiliki pilihan Bahasa Indonesia bisa ditambahkan atau di upgrade (Re-Flash) menggunakan alat dan program khusus.
Data-data yang tersimpan bukan hanya data operating system saja, juga terdapat data content pack atau User Area Data yang biasa digunakan untuk menyimpan data atau program oleh pengguna ponsel, diantaranya: Phone Book, SMS, Game, Aplikasi, Wallpaper, Nada Dering, Foto, Movie, Dll. Flash Memory pada sektor ini dapat dihapus dengan cara manual dari ponselnya.
EEPROM Nokia DCT4 telah diemulasikan dengan IC Flash. EEPROM digunakan untuk penyimpanan data-data penting yang sudah di set oleh pabrik ponsel itu sendiri, data-data yang terdapat pada EEPROM diantaranya: Signal Tunning Value, IMEI/ISN, SID, MIN, SP-Lock, Security Code, dll. Oleh karena itu bila ponsel diganti IC Flashnya, akan diperlukan kalkulasi Code IMEI, bila tidak maka ponsel tidak akan dapat bekerja.
Rata-rata Nokia DCT4 mempunyai kapasitas data pada Flash memori dari 16Mbit sampai 64Mbit. Sedangkan Flash Memory pada Ponsel Nokia WD2 akan membutuhkan kapasitas penyimpanan data yang sangat besar, mulai dari 128Mbit sampai 256Mbit, oleh karena itu Nokia WD2 akan mempunyai 2 sampai 4 buah IC Flash didalamnya.
Flash Memory pada ponsel Nokia yang menggunakan processor TIKU, digunakan 2 IC Flash yang terpisah: Pertama, NOR Flash, digunakan untuk menyimpan data utama, disinilah Software MCU dan Security IMEI disimpan. Kedua NAND Flash, sebagian besar digunakan untuk menyimpan data user, seperti: Sounds, Games, Applications, dan juga yang menyimpan paket bahasa.
RAM (Random Access Memory)
Sebagai penyimpanan data secara sementara diperlukan RAM, Nokia DCT4 masih menggunakan SRAM (Synchronous RAM) dengan kapasitas sekitar 64Mbit yang telah di intergrasikan dengan IC Flash (Combo Flash), sedangkan untuk Nokia WD2 dan TIKU menggunakan SDRAM (Synchronous Dynamic RAM) yang mempunyai kapasitas data sebesar 128-256Mbit secara terpisah dari IC Flash.
SRAM maupun SDRAM diberikan suplay tegangan oleh UEM melalui VIO sebesar 1.8 Volt
Sistem resistif layarnya dilapisi oleh lapisan tipis berwarna metalik yang bersifat konduktif dan resistif terhadap sinyal-sinyal listrik. Maksud dari lapisan yang bersifat konduktif adalah lapisan yang bersifat mudah menghantarkan sinyal listrik, sedangkan lapisan resistif adalah lapisan yang menahan arus listrik.
Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sebuah bintik-bintik transparan pemisah, sehingga lapisan ini pasti terpisah satu sama lain dalam keadaan normal. Pada lapisan konduktif tersebut juga mengalir arus listrik yang bertugas sebagai arus referensi.
Ketika terjadi sentuhan kedua lapisan ini akan dipaksa untuk saling berkontak langsung secara fisik. Karena adanya kontak antara lapisan konduktif dan resistif maka akan terjadi gangguan pada arus listrik referensi tersebut.
Efek dari gangguan ini pada lapisan konduktif adalah akan terjadi perubahan arus-arus listriknya sebagai reaksi dari sebuah kejadian sentuhan. Perubahan nilai arus referensi ini kemudian dilaporkan ke controllernya untuk di proses lebih lanjut lagi.
Informasi sentuhan tadi diolah secara matematis oleh controller sehingga menghasilkan sebuah koordinat dan posisi yang akurat dari sentuhan tersebut. Kemudian informasi diintegrasikan dengan program lain sehingga menjadi aplikasi yang mudah digunakan.
Layar dengan teknologi ini memiliki tingkat kejernihan gambar sebesar 75% saja, sehingga monitor akan tampak kurang jernih. Touch sensor jenis ini sangat rentan dan lemah terhadap sentuhan benda-benda yang agak tajam.
Teknologi ini tidak akan terpengaruh oleh elemen-elemen lain di luar seperti misalnya debu atau air, namun akan merespon semua sentuhan yang mengenainya, baik itu menggunakan jari tangan langsung maupun menggunakan benda lain seperti stylus. Sangat cocok digunakan untuk keperluan di dalam dunia industri seperti di pabrik, laboratorium, dan banyak lagi.
Definisi sederhananya:
Layar yang cara kerjanya harus ditekan, dapat menggunakan jari atau benda apapun yg ditekankan di layar. Kelemahan untuk layar ini adalah jika diletakkan dikantong (terutama kantong celana), bisa tertekan-tekan dan mengakibatkan layar jadi gampang rusak karena sering tertekan.
Indoor: sangat baik
Outdoor: kurang optimal
Contoh: HP yg menggunakan layar resistif adalah Samsung Star, Sony Erricson W950. Siri-cirinya adalah dengan disertakan stylus didalam paket HP-nya. Pilihlah wadah yang menggunakan model flip, jadi layar dapat terlindung dari tekanan. Sebaliknya tidak disarankan menggunakan wadah HP model pouch.
2. Capacitive Screen
Sistem kapasitif memiliki sebuah lapisan pembungkus yang merupakan kunci dari cara kerjanya, yaitu pembungkus yang bersifat capasitive pada seluruh permukaannya. Panel touchscreen ini dilengkapi dengan sebuah lapisan pembungkus berbahan indium tinoxide yang dapat meneruskan arus listrik secara kontiniu untuk kemudian ditujukan ke sensornya.
Lapisan ini dapat memanfaatkan sifat capacitive dari tangan atau tubuh manusia, maka dari itu lapisan ini dipekerjakan sebagai sensor sentuhan dalam touchscreen jenis ini. Ketika lapisan berada dalam status normal (tanpa ada sentuhan tangan), sensor akan mengingat sebuah nilai arus listrik yang dijadikan referensi.
Ketika jari tangan Anda menyentuh permukaan lapisan ini, maka nilai referensi tersebut berubah karena ada arus-arus listrik yang berubah yang masuk ke sensor. Informasi dari kejadian ini yang berupa arus listrik akan diterima oleh sensor yang akan diteruskan ke sebuah controller. Proses kalkulasi posisi akan dimulai di sini.
Kalkulasi ini menggunakan posisi dari ke empat titik sudur pada panel touchscreen sebagai referensinya. Ketika hasil perhitungannya didapat, maka koordinat dan posisi dari sentuhan tadi dapat di ketahui dengan baik. Akhirnya informasi dari posisi tersebut akan diintegrasikan dengan program lain untuk menjalankan sebuah aplikasi.
Capasitive touchscreen baru dapat bekerja jika sentuhan-sentuhan yang ditujukan kepadanya berasal dari benda yang bersifat konduktif seperti misalnya jari. Tampilan layarnya memiliki kejernihan hingga sekitar 90%, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai keperluan interaksi dalam publik umum seperti misalnya di restoran, kios elektronik, lokasi Point Of Sales, dsb.
Definisi sederhananya:
Harus dengan sentuhan jari, tidak dapat menggunakan benda lain (kuku, stylus, dsb). Karena layar ini bekerja dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada ditubuh kita. Layar sentuh model kapasitif ini hampir tidak memiliki kelemahan yang berarti, karena layar ini adalah pengembangan terbaru untuk menggantikan layar resistif.
Indoor: sangat baik
Outdoor: sangat baik
Keunggulannya: layar jenis ini tidak terpengaruh terhadap tekanan, jadi walaupun HP diletakkan dikantong tidak menjadi masalah. Penggunaan wadah model pouch bisa dikategorikan aman. Ciri-cirinya adalah tidak disertakan stylus didalam paket HP-nya.
Contoh: HP yg menggunakan layar kapasitif adalah Samsung Corby Touchscreen, iPhone.
3. Surface Acoustic Wave System
Teknologi touchscreen ini memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi kejadian di permukaan layarnya. Di dalam monitor touchscreen ini terdapat dua tranduser, pengirim dan penerima sinyal ultrasonik.
Selain itu dilengkapi juga dengan sebuah reflektor yang berfungsi sebagai pencegah agar gelombang ultrasonic tetap berada pada area layar monitor.
Kedua tranduser ini dipasang dalam keempat sisi, dua vertikal dan dua horizontal. Ketika panel touchscreen-nya tersentuh, ada bagian dari gelombang tersebut yang diserap oleh sentuhan tersebut, misalnya terhalang oleh tangan, stylus, tuts, dan banyak lagi. Sentuhan tadi telah membuat perubahan dalam bentuk gelombang yang dipancarkan.
Perubahan gelombang ultrasonik yang terjadi kemudian diterima oleh receiver dan diterjemahkan ke dalam bentuk pulsa-pulsa listrik. Selanjutnya informasi sentuhan tadi berubah menjadi sebentuk data yang akan di teruskan ke controller untuk diproses lebih lanjut.
Data yang dihasilkan dari sentuhan ini tentunya adalah data mengenai posisi tangan Anda yang menyentuh sinyal ultrasonik tersebut. Jika ini dilakukan secara kontinyu dan terdapat banyak sekali sensor gelombang ultrasonic pada media yang disentuhnya, maka jadilah sebuah perangkat touchscreen yang dapat Anda gunakan.
Teknologi ini tidak menggunakan bahan pelapis metalik melainkan sebuah lapisan kaca, maka tampilan dari layar touchscreen jenis ini mampu meneruskan cahaya hingga 90 persen, sehingga lebih jernih dan terang dibandingkan dengan Resistive touchscreen.
Tanpa adanya lapisan sensor juga membuat touchscreen jenis ini menjadi lebih kuat dan tahan lama karena tidak akan ada lapisan yang dapat rusak ketika di sentuh, ketika terkena air, minyak, debu, dan banyak lagi.
Kelemahannya kinerja dari touchscreen ini dapat diganggu oleh elemen-elemen seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya. Sedikit saja terdapat debu atau benda lain yang menempel di atasnya maka touchsreen dapat mendeteksinya sebagai suatu sentuhan.
Touchscreen jenis ini cocok digunakan pada ruangan training komputer, keperluan dalam ruangan untuk menampilkan informasi dengan sangat jernih dan tajam dan saat presentasi dalam ruangan.
Multi Touchscreen
Multi layar sentuh adalah pengembangan dari teknologi layar sentuh yang sudah ada. Dari arti kata “multi” yang berarti banyak, sudah terlihat bahwa keunggulan layar sentuh ini dapat disentuh oleh lebih dari satu jari. Layar multi sentuh ini mampu disentuh oleh puluhan jari dari orang yang berbeda-beda secara bersamaan.
Layar multi sentuh ini dapat digunakan untuk membesarkan, mengecilkan, mengubah posisi, dan memindahkan posisi objek pada layar monitor seperti foto atau games.
Layar multi sentuh ini biasa digunakan pada handphone, komputer, MP3 player, dan sebagainya